Selasa, 16 Desember 2014

RELAY 


Relay adalah komponen listrik yang bekerja berdasarkan prinsip induksi medan elektromagnetis. Jika sebuah penghantar dialiri oleh arus listrik, maka di sekitar penghantar  tersebut timbul medan magnet. Medan magnet yang dihasilkan oleh arus listrik tersebut selanjutnya diinduksikan ke logam ferromagnetis.

Logam ferromagnetis adalah logam yang mudah terinduksi medan elektromagnetis. Ketika ada induksi magnet dari lilitan yang membelit logam, logam tersebut menjadi "magnet buatan" yang sifatnya sementara. Cara ini kerap digunakan untuk membuat magnet non permanen. Sifat kemagnetan pada logam ferromagnetis akan tetap ada selama pada kumparan yang melilitinya teraliri arus listrik. Sebaliknya, sifat kemagnetannya akan hilang jika suplai arus listrik ke lilitan diputuskan. 


Rangkaian Dasar Relay 

Berikut ini penjelasan dari gambar di atas : 
  • Amarture, merupakan tuas logam yang bisa naik turun. Tuas akan turun jika tertarik oleh magnet ferromagnetik (elektromagnetik) dan akan kembali naik jika sifat kemagnetan ferromagnetik sudah hilang. 
  • Spring, pegas (atau per) berfungsi sebagai penarik tuas. Ketika sifat kemagnetan ferromagnetik hilang, maka spring berfungsi untuk menarik tuas ke atas. 
  • Shading Coil, ini untuk pengaman arus AC dari listrik PLN yang tersambung dari C (Contact). 
  • NC Contact, NC singkatan dari Normally Close. Kontak yang secara default terhubung dengan kontak sumber (kontak inti, C) ketika posisi OFF. 
  • NO Contact, NO singkatan dari Normally Open. Kontak yang akan terhubung dengan kontak sumber (kontak inti, C) kotika posisi ON. 
  • Electromagnet, kabel lilitan yang membelit logam ferromagnetik. Berfungsi sebagai magnet buatan yang sifatya sementara. Menjadi logam magnet ketika lilitan dialiri arus listrik, dan menjadi logam biasa ketika arus listrik diputus. 
  • Aplikasi Rangkaian Pemicu Relay, ini adalah rangkaian / alat yang akan memicu relay untuk menjadi ON ketika sesuai situasi / kondisi tertentu. Rangkaian pemicu ini biasanya memiliki sensor atau rangkaian timer (memanfaatkan 'time delay'). Rangkaian yang menggunakan sensor misalnya sensor suhu, sensor air, sensor cahaya, sensor arus, dll.


Sedangkan rangkain timer misalnya timer pada mesin cuci, timer tv, dll. Sebenarnya aplikasi relay banyak sekali. Dari mobil-mobilan, kulkas, lampu sein motor dan mobil, pompa air otomatis, hingga peralatan pada pesat terbang. Dari relay yang jenisnya kecil hingga yang mempunyai daya besar. Dari relai DC 5 volt, 12 volt hingga yang bervoltase tinggi.

Keuntungan kita dalam menggunakan Relay :
Kita bisa membuat rangkaian otomatis penyambung/pemutus (switch) tegangan  AC dan DC.
Relay bisa digunakan pada switch tegangan tinggi.
Relay juga menjadi solusi pada switch dengan arus yang besar .
Bisa melakukan swith pada banyak kontak dalam waktu yang bersamaan.

Kerugian dalam menggunakan Relay :
Kontak dibatasi pada keausan daru bunga api atau oksidasi ( material kontak yang terbaik adalah platina emas perak ).
Menghabiskan banyak tempat dibanding dengan transistor.
Kecepatan kontak terbatas 3ms sampai 17ms.
Kontaminasi ( debu ) dapat mempengaruhi umur kontak. 

Menurut saya Tentang Relay 
Relay adalah komponen elektronika yang mempunyai prinsip medan elektromagnetis. cara kerja relay ialah dengan sebuah penghantar yang dialiri arus listrik maka si penghantar akan menghasilkan medan magnet yang dialiri listrik. 

Kesimpulan 
pada pembahasan kali ini dapat disimpulkan bahwa relay adalah komponen yang mempunyai prinsip medan elektromagnetis. dan relay pun mempunyai kelebihan dan kekurangan contohnya relay yang bisa digunakan pada switch tegangan tinggi, sedangkan dalam kekuranganya adalah menghabiskan banyak tempat dibanding dengan transistor. 

Sumber : http://www.elangsakti.com/2013/03/pengertian-fungsi-prinsip-dan-cara.html

Sabtu, 13 Desember 2014

Transistor 


     Transistor adalah komponen elektronika semikonduktor yang memiliki 3 kaki elektroda, yaitu Basis (Dasar), Kolektor (Pengumpul) dan Emitor (Pemancar). Komponen ini berfungsi sebagai penguat, pemutus dan penyambung (switching), stabilitasi tegangan, modulasi sinyal dan masih banyak lagi fungsi lainnya. Selain itu, transistor juga dapat digunakan sebagai kran listrik sehingga dapat mengalirkan listrik dengan sangat akurat dan sumber listriknya.
Transistor sebenarnya berasal dari kata “transfer” yang berarti pemindahan dan “resistor” yang berarti penghambat. Dari kedua kata tersebut dapat kita simpulkan, pengertian transistor adalah pemindahan atau peralihan bahan setengah penghantar menjadi suhu tertentu. Transistor pertama kali ditemukan pada tahun 1948 oleh William Shockley, John Barden dan W.H, Brattain. Tetapi, komponen ini mulai digunakan pada tahun 1958. Jenis Transistor terbagi menjadi 2, yaitu transistor tipe P-N-P dan transistor N-P-N.
     Cara Kerja Transistor hampir sama dengan resistor yang mempunyai tipe dasar modern. Tipe dasar modern terbagi menjadi 2, yaitu Bipolar Junction Transistor atau biasa di singkat BJT dan Field Effect Transistor atau FET. BJT dapat bekerja bedasarkan arus inputnya, sedangkan FET bekerja berdasarkan tegangan inputnya.
       Dalam dunia elektronika modern, transistor merupakan komponen yang sangat penting terutama dalam rangkaian analog karena fungsinya sebagai penguat. Rangkaian analog terdiri dari pengeras suara, sumber listrik stabil dan penguat sinyal radio. Tidak hanya rangkaian analog, di dalam rangkaian digital juga terdapat transistor yang digunakan sebagai saklar dengan kecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat di rangkai sehingga berfungsi sebagai logic gate. 

Jenis-Jenis Transistor dan cara kerja transistor pada umumnya dibagi menjadi dua jenis yaitu; Transistor Bipolar (dwi kutub) dan Transistor Efek Medan (FET – Field Effect Transistor).
Transistor Bipolar adalah jenis transistor yang paling banyak di gunakan pada rangkaian elektronika. Jenis-Jenis Transistor ini terbagi atas 3 bagian lapisan material semikonduktor yang terdiri dari dua formasi lapisan yaitu lapisan P-N-P (Positif-Negatif-Positif) dan lapisan N-P-N (Negatif-Positif-Negatif). Sehingga menurut dua formasi lapisan tersebut transistor bipolar dibedakan kedalam dua jenis yaitu transistor PNP dan transistor NPN. 
Masing-masing dari ketiga kaki jenis-jenis transistor ini di beri nama B (Basis), K (Kolektor), dan E (Emitor). 
Fungsi transistor bipolar ini adalah sebagai pengatur arus listrik (regulator arus listrik), dengan kata lain transistor dapat membatasi arus yang mengalir dari Kolektor ke Emiter atau sebaliknya (tergantung jenis transistor, PNP atau NPN). 

T sistor Efek Medan (FET – Field Effect Transistor) merupakan jenis transistor yang juga memiliki 3 kaki terminal yang masing-masing diberi nama Drain (D), Source (S), dan Gate (G). Cara kerja transistor ini adalah mengendalikan aliran elektron dari terminal Source ke Drain melalui tegangan yang diberikan pada terminal Gate.
Perbedaan antara transistor bipolar dan transistor FET adalah jika transistor bipolar mengatur besar kecil-nya arus listrik yang melalui kaki Kolektor ke Emiter atau sebaliknya melalui seberapa besar arus yang diberikan pada kaki Basis, sedangkan pada FET besar kecil-nya arus listrik yang mengalir pada Drain ke Source atau sebaliknya adalah dengan seberapa besar tegangan yang diberikan pada kaki Gate.
Selain di gunakan sebagai penguat, transistor digunakan sebagai saklar. Caranya adalah dengan memberikan arus yang cukup besar pada basis transistor hingga mencapai titik jenuh. Pada kondisi seperti ini kolektor dan emitor bagai kawat yang terhubung atau saklar tertutup, dan sebaliknya jika arus basis teramat kecil maka kolektor dan emitor bagai saklar terbuka.
Fungsi transistor adalah sebagai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal. 

Transistor mempunyai 3 jenis yaitu :
1.     Uni Junktion Transistor (UJT)
2.     Field Effect Transistor (FET)
3.     MOSFET 

1. Uni Junktion Transistor (UJT) 

Gambar 1. symbol dan gambar transistor type UJT 

Uni Junktion Transistor (UJT) adalah transistor yang mempunyai satu kaki emitor dan dua basis. Kegunaan transistor ini adalah terutama untuk switch elektronis. Ada Dua jenis UJT ialah UJT Kanal N dan UJT Kanal P. 

2. Field Effect Transistor (FET) 

Gambar 2. symbol dan gambar transistor type FET 

Beberapa Kelebihan FET dibandingkan dengan transistor biasa ialah antara lain penguatannya yang besar, serta desah yang rendah. Karena harga FET yang lebih tinggi dari transistor, maka hanya digunakan pada bagian-bagian yang memang memerlukan.
Bentuk fisik FET ada berbagai macam yang mirip dengan transistor. Jenis FET ada dua yaitu Kanal N dan Kanal P. Kecuali itu terdapat pula macam FET ialah Junktion FET (JFET) dan Metal Oxide Semiconductor FET (MOSFET). 

3. MOSFET 
Gambar 4.symbol dan gambar  transistor type  MOSFET 

MOSFET (Metal Oxide Semiconductor FET) adalah suatu jenis FET yang mempunyai satu Drain, satu Source dan satu atau dua Gate. MOSFET mempunyai input impedance yang sangat tinggi. Mengingat harga yang cukup tinggi, maka MOSFET hanya digunakan pada bagian bagian yang benar-benar memerlukannya. Penggunaannya misalnya sebagai RF amplifier pada receiver untuk memperoleh amplifikasi yang tinggi dengan desah yang rendah. Dalam pengemasan dan perakitan dengan menggunakan MOSFET perlu diperhatiakan bahwa komponen ini tidak tahan terhadap elektrostatik, mengemasnya menggunakan kertas timah, pematriannya menggunakan jenis solder yang khusus untuk pematrian MOSFET. Seperti halnya pada FET, terdapat dua macam MOSFET ialah Kanal P dan Kanal N. 

Menurut saya tentang Transistor
Transistor adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai penguat , pemutus atau penyambung arus listrik. Selain itu transistor juga memiliki 3 elektroda yaitu Basis (Dasar), Kolektor (Pengumpul) dan Emitor (Pemancar).

Kesimpulan
Transistor mempunyai fungsi sebagai penguat arus dan transistor juga memiliki 3 elektroda, transistor juga mempunyai 3 jenis yang saya ketahui yaitu Uni Junktion Transistor (UJT), Field Effect Transistor (FET), dan MOSFET (Metal Oxide Semiconductor FET). dan dari setiap jenis transistor memiliki kelebihan dan kekurangannya masing - masing.  

Membetulkan dan Mengefektifkan Kalimat 

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat ditangkap dan mudah dipahami oleh pembaca, menghayati masing-masing tuturan 
CONTOH KALIMAT EFEKTIF 
Tanda-tanda/ciri-ciri kata-kata Efektif/Efisien :
1. Kesepadanan
Satu kata-kata Efektif/Efisien mesti mencukupi unsur gramatikal yakni subjek, predikat, objek serta info. Didalam kata-kata Efektif/Efisien mesti mempunyai keseimbangan didalam penggunaan susunan bhs.
Contoh kalimat :
Amara pergi ke sekolah, lantas kerumah temannya untuk belajar. ( Efektif/Efisien )
2. Ketelitian didalam penentuan serta pemakaian kata
Saat membuat kata-kata Efektif/Efisien jangan sempat jadi kata-kata yang ambigu ( menyebabkan tafsiran ganda )
Contoh kalimat :
Mahasiswi yang kuliah di perguruan tinggi yang populer itu mendapatkan hadiah.
3. Kehematan
Kehematan didalam kata-kata Efektif/Efisien maksudnya yaitu irit saat mempergunakan kata, frasa atau bentuk lain yang dikira tak perlu, namun tidak menyalahi kaidah tata bhs.
Contoh kalimat :
Dikarenakan tidak diajak, dia tidak turut belajar berbarengan di rumahku.
4. Kelogisan
Bahwa ide kata-kata itu bisa dengan gampang dipahami serta penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.
Contoh kalimat :
Untuk menghemat waktu, kami teruskan acara ini.
5. Kesatuan atau kepaduan
Maksudnya yaitu kepaduan pernyataan didalam kata-kata itu, hingga info yang disampaikannya tidak terpecah-pecah.
Contoh kalimat :
Kita mesti mengembalikan kepribadian orang-orang kota yang telah meninggalkan rasa kemanusiaan.
6. Keparalelan atau kesejajaran
Yaitu kesamaan bentuk kata atau tambahan yang dipakai didalam kata-kata itu.
Contoh kalimat :
Kakak membantu anak itu memapahnya ke tepi jalur.
Harga sembako dibekukan atau dinaikkan dengan luwes.


B. MERUBAH KALIMAT TIDAK EFEKTIF MENJADI EFEKTIF

1. Kepada semua informan penelitian mendapatkan dua macam instrument yaitu angket dan catatan kegiatan.
Kalimat yang benar :
Semua informan penelitian mendapatkan dua macam instrument yaitu angket dan catatan kegiatan.
2. Di dalam artikel Koran itu menyuratkan bahwa sumber daya alam yang bermacam-macam di Indonesia ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Kalimat yang benar :
Arikel Koran itu menyuratkan bahwa sumber daya alam yang bermacam-macam di Indonesia belum dimanfaatkan secara maksimal.
3. Dengan beredarnya internet masuk desa bermanfaat sekali bagi masyarakat pedesaan.
Kalimat yang benar :
Dengan beredarnya internet masuk desa bermanfaat bagi masyarakat pedesaan. 

Kamis, 04 Desember 2014

Contoh Format Surat Undangan Rapat Dosen Gunadarma
Depok, 12 November 2014

No             :10/STFDR/2013
Perihal      : Undang Rapat
Lamp        : -

Dengan hormat,
Dalam rangka untuk mengadakan acara seminar nasional yang akan diadakan di Universites Gunadarma, kami selaku panitia ingin mengundang seluruh dosen pengajar jenjang S1, S2, S3, Dekan serta rektor yang ada di lingkungan Universitas Gunadarma.
Maka dengan ini perkenankan kami untuk mengundang seluruh dosen Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Gunadarama guna mengikuti rapat yang membahas mengenai acara seminar nasional dengan tema :
“UNI KOLABORASI ANTARA PERGURUAN TINGGI DAN INDUSTRI DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING LULUSAN”
Sebagaimana tersebut pada pokok surat undangan yang rencananya akan kami selenggarakan pada :
Hari / Tanggal : Kamis, 28 November 2014
Tempat : Auditorium Universitas Gunadarma, gedung 4 lt. 6 Depok
Waktu : Pukul 09.00 s/d 11.00 WIB
Demikian kami sampaikan. Atas perhatian serta kehadiran Bapak dan Ibu pada acara dimaksud, kami sampaikan ucapan terima kasih.

Hormat Kami,

Rian Nur Fatah
(Ketua Panitia)


Rabu, 03 Desember 2014

RESISTOR 



Sebelum kita membahas resistor pasti kalian bertanya - tanya apa si resistor itu? apa si fungsi resistor itu? dan seperti apa si bentuknya? iya bukan. oke langsung saja kita bahas. 

      Resistor adalah komponen dari sirkuit yang menolak aliran arus listrik. Ini memiliki dua terminal dimana listrik harus lulus, dan dirancang untuk drop tegangan arus yang mengalir dari satu terminal ke yang lain. Resistor terutama digunakan untuk membuat dan memelihara arus yang aman yang dikenal dalam komponen listrik. Resistansi diukur dalam ohm, setelah hukum Ohm. Hukum ini menyatakan bahwa hambatan listrik sama dengan penurunan tegangan terminal resistor dibagi dengan arus diterapkan. Sebuah rating ohm tinggi menunjukkan resistensi yang tinggi terhadap arus. Peringkat ini dapat ditulis dalam sejumlah cara yang berbeda – misalnya, 81R mewakili 81 ohm, sedangkan 81K mewakili 81.000 ohm. Jumlah perlawanan yang ditawarkan oleh resistor ditentukan oleh konstruksi fisiknya.
      Komposisi resistor karbon memiliki karbon resistif dikemas ke dalam silinder keramik, sementara resistor film karbon terdiri dari sebuah tabung keramik yang sama, namun film karbon konduktif melilit luar. Film logam atau resistor oksida logam yang dibuat dengan cara yang sama, tetapi dengan logam bukan karbon. Sebuah resistor wirewound, dibuat dengan kawat logam melilit tanah liat, plastik, atau fiberglass tabung, menawarkan ketahanan pada tingkat daya yang lebih tinggi. Mereka digunakan untuk aplikasi yang harus menahan suhu tinggi biasanya terbuat dari bahan seperti keramik logam, komposit keramik-logam, atau tantalum, logam langka, sehingga mereka dapat bertahan panas. Resistor yang dilapisi dengan cat atau enamel, atau ditutupi plastik untuk melindungi mereka. Karena mereka sering terlalu kecil untuk ditulis pada, sistem kode warna standar yang digunakan untuk mengidentifikasi mereka. Pertama tiga warna mewakili nilai ohm, dan keempat menunjukkan toleransi, atau seberapa dekat dengan prosentase resistor adalah nilai ohm nya.
     Hal ini penting karena dua alasan: sifat konstruksi adalah tidak tepat, dan jika digunakan di atas arus maksimum, nilai dapat mengubah atau unit itu sendiri bisa membakar. Setiap resistor jatuh ke salah satu dari dua kategori: tetap atau variabel. Sebuah resistor tetap memiliki jumlah yang telah ditetapkan ketahanan terhadap arus, sementara satu variabel dapat disesuaikan untuk memberikan berbagai tingkat resistensi. Variabel resistor juga disebut potensiometer dan biasanya digunakan sebagai kontrol volume pada perangkat audio.
     Rheostat adalah resistor variabel yang dibuat khusus untuk digunakan dengan arus tinggi. Ada juga varistor oksida logam, yang mengubah perlawanan mereka dalam menanggapi kenaikan tegangan, termistor, yang bisa menaikkan atau resistensi yang lebih rendah ketika suhu naik atau tetes, dan resistor yang sensitif terhadap cahaya. 


Resistor merupakan komponen penghambat aliran arus listrik, resistor juga sering dikenal dengan nama hambatan. 
Ada 2 macam resistor, yaitu :
1. Resistor dengan nilai tetap (Fixed Resistor).
2. Resistor yang dapat berubah-ubah nilainya atau tidak tetap (Variabel Resistor).

Resistor Tetap (Fixed Resistor) adalah nilai hambatannya tetap sesuai dengan nilai yang ditentukan oleh pabrik pembuatnya. Sedangkan Resistor tidak tetap (VariableResistor/VR) adalah resistor yang dapat berubah nilai hambatannya baik itu disengaja di rubah ataupun karena adanya pengaruh lingkungan. 

Macam-macam Jenis Resistor Tetap (Fixed Resistor) :
Resistor Kawat
Resistor ini merupakan jenis resistor pertama yang lahir pada saat rangkaian elektronika masih menggunakan tabung hampa (vacuum tube). Bentuknya bervariasi dan memiliki ukuran yang cukup besar. Resistor kawat ini biasanya banyak dipergunakan dalam rangkaian power karena memiliki resistansi yang tinggi dan tahan terhadap panas yang tinggi. Jenis resistor kawat yang masih banyak dipakai sampai sekarang adalah jenis resistor dengan lilitan kawat yang dililitkan pada bahan keramik, kemudian dilapisi dengan bahan semen. Daya yang tersedia untuk resistor jenis kawat ini adalah dalam ukuran 1 watt, 2 watt, 5 watt, dan 10 watt. Bentuk fisik bisa dilihat pada gambar : 

Resistor Arang (Batang Karbon)
Resistor jenis ini dibuat dari bahan karbon kasar yang diberi lilitan kawat yang kemudian diberi tanda dengan kode warna berbentuk gelang. Resistor jenis ini merupakan jenis resistor generasi awal setelah adanya resistor kawat. Sekarang sudah jarang untuk dipakai pada rangkaian – rangkaian elektronika. Bentuk fisik dari resistor jenis ini dapat dilihat pada gambar : 


Resistor Film Karbon
Jenis resistor ini dibuat dari bahan karbon dan dilapisi dengan bahan film yang berfungsi sebagai  pelindung terhadap pengaruh luar. Nilai resistansinya dicantumkan dalam bentuk kode warna. Resistor ini banyak digunakan dalam berbagai rangkaian elektronika karena bentuk fisiknya kecil dan mudah didapat di pasaran. Resistor ini memiliki daya sebesar 1/4 watt, 1/2 watt, 1 watt, dan 2 watt dengan toleransi 5% dan !0%. Bentuk fisik dari Resistor film karbon seperti terlihat pada gambar dibawah ini : 


Resistor Metal Film
Bentuk fisik hampir menyerupai resistor film karbon. Resistor ini tahan terhadap perubahan temperatur.dan memiliki tingkat ketelitian nilai yang tinggi karena nilai toleransi yang tercantum pada resistor ini sangatlah kecil, biasanya sekitar 1% sampai 5%. Jika dibandingkan dengan resistor film karbon, resistor ini cenderung lebih baik karena memiliki toleransi yang lebih kecil. Resistor Metal Film memiliki 5 buah gelang warna, bahkan ada yang 6 buah gelang warna. Sedangkan, resistor film karbon hanya memiliki 4 buah gelang warna. Resistor ini sangat cocok digunakan dalam rangkaian – rangkaian yang memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi, misalnya alat ukur.Daya yang dimiliki sebesar 1/4 watt, 1/2 watt, 1 watt, dan 2 watt. Bentuk Resistor Metal Film dapat dilihat pada gambar: 


Resistor Keramik atau Porselin
Perkembangan teknologi di bidang elektronika semakiin maju seperti tidak ada pangkalnya, saat ini telah dikembangkan jenis resistor yang terbuat dari bahan keramik atau porselin. Jenis resistor keramik ini sekarang sudah dilapisi dengan kaca tipis, banyak digunakan dalam rangkaian elektronika saat ini karena bentuk fisiknya relatif sangat kecil serta memiliki tingkat resistansi tetelitian yang tinggi. Daya yang dimiliki resistor ini sebesar 1/4 watt, 1/2 watt, 1 watt, dan 2 watt. Sedang nilai resistansinya tertulis pada tubuhnya. Bentuk dari resistor ini dapat dilihat pada gambar : 




Ada 3 tipe pengkodean warna untuk resistor, yaitu:
  • Resistor 4 gelang warna
  • Resistor 5 gelang warna
  • Resistor 6 gelang warna. 





Resistor 4 Warna
Warna (1) dan (2)  = Angka Digit
Warna  (3)             = Multiplier
Warna (4)              = Nilai Toleransi 

Resistor 5 Warna
Warna (1) (2) (3)   = Angka Digit
Warna (4)              = Multiplier
Warna (5)              = Nilai Toleransi 


Resistor 6 Warna
Warna (1) (2) (3)   = Angka Digit
Warna (4)              = Multiplier
Warna (5)              = Nilai Toleransi
Warna (6)              = Koefisien Suhu 


Cara Menghitung Resistor 4 Warna

untuk mengetahui cara menghitung resistor  warna kita langsung pakai contoh saja resistor berikut :


Gelang 1 = Coklat ( 1 )

Gelang 2 = Hitam ( 0 )

Gelang 3 = Merah ( 102)

Gelang 4 = emas ( 5 % )

Nilai resistor tersebut adalah : 10 X 102= 1000 Ω = 1 KΩ ± 5 %

Cara Menghitung Resistor 5 Warna

kita pakai contoh resistor dengan warna sebagai berikut :


Gelang 1 = Merah ( 2 )

Gelang 2 = Kuning  ( 4 )

Gelang 3 = Hitam (0)

Gelang 4 = Merah ( 102)

Gelang 5 = Hijau ( 0,5 % )

Nilai resistor tersebut adalah : 240 X 102= 24000 Ω = 24 KΩ ± 0,5 %

Cara Menghitung Resistor 6 Warna

anda mempunyai resistor 6 warna misalnya sebagai berikut :


Jadi Nilai resistornya

Gelang 1 = Merah ( 2 )

Gelang 2 = Kuning  ( 4 )

Gelang 3 = Hitam (0)

Gelang 4 = Merah ( 102)

Gelang 5 = Hijau ( 0,5 % )

Gelang 6 = Orange (15ppm/derajat celcius)

Nilai resistor tersebut adalah : 240 X 102= 24000 Ω = 24 KΩ ± 0,5 % 15 ppm/derajat. 

Menurut saya tentang resistor 
Resistor adalah suatu alat komponen elektronika yang berfungsi sebagai penghambat arus listrik. resistor pun digunakan untuk memelihara arus yang aman yang dikenal dalam komponen elektronik.

Kesimpulan 
Dari pembahasan kali ini dapat disimpulkan bahwa resistor mempunyai fungsi sebagai penghambat atau penolak aliran arus listrik. Dan resistor juga dapat memelihara arus yang aman, Resistansi nya pun diukur dalam satuan ohm.